Social Icons

Labels

Infeksi nosokomial

Definisi Infeksi Nosokomial

Infeksi nosokomial adalah suatu infeksi yang diperoleh atau dialami oleh pasien  selama dia dirawat di rumah sakit dan menunjukkan  gejala   infeksi  baru   setelah   72  jam   pasien  berada   di   rumah   sakit  serta  infeksi itu tidak ditemukan atau diderita pada saat pasien masuk ke rumah sakit.

Agen Infeksi
Pasien akan terpapar berbagai macam mikroorganisme selama ia dirawat di rumah sakit.  Kontak antara pasien dan berbagai macam mikroorganisme ini tidak selalu   menimbulkan gejala klinis karena banyaknya faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial.
Kemungkinan terjadinya infeksi tergantung pada karakteristik mikroorganisme,   resistensi   terhadap   zat-zat   antibiotika,   tingkat   virulensi,  dan banyaknya materi infeksius (Ducel, G, 2002).

Semua mikroorganisme termasuk bakteri, virus, jamur dan parasit  dapat menyebabkan infeksi nosokomial. Infeksi ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme  yang didapat dari orang lain (cross infection ) atau disebabkan oleh flora normal dari  pasien itu  sendiri   (endogenous infection).Kebanyakan infeksi yang terjadi di rumah sakit ini lebih disebabkan   karena   faktor   eksternal,   yaitu   penyakit   yang   penyebarannya melalui makanan dan udara dan benda atau bahan-bahan yang tidak steril.

Penyakit yang didapat dari rumah sakit saat ini kebanyakan disebabkan oleh   mikroorganisme yang umumnya selalu ada pada manusia  yang  sebelumnya   tidak   atau   jarang   menyebabkan   penyakit   pada   orang   normal (Ducel, G, 2002) .

                        Tabel 2.1.   Bakteri Penyebab Infeksi Nosokomial
                                    (Tortora et al., 1995)
           Bakteri                                                        Persentase(%)

           Enterobacteriaceae                                                >40
           S. aureus                                                                  11
           Enterococcus                                                           10
           P. aeruginosa                                                             9


                     
Tabel 2.2. Mikroorganisma Penyebab Infeksi Nosokomial
                                   (Tortora et al., 2001)

   Mikroorganisme                                                                                  Persentase(%)

S.     aureus,     Staphylococci      koagulase      negatif,                                      34
   Enterococci
E.   coli, P.   aeruginosa,    Enterobacter     spp.,  &  K.                                        32
   pneumonia
C. difficile                                                                                                             17
Fungi (kebanyakan C. Albicans)                                                                           10
Bakteri      Gram       negatif     lain    (Acinetobacter,                                           7
  Citrobacter,Haemophilus)

Cara Penularan Infeksi Nosokomial
Cara penularan infeksi nosokomial bisa berupa infeksi silang (Cross infection)   yaitu   disebabkan oleh kuman yang didapat  dari orang atau penderita lain di rumah sakit   secara langsung atau tidak langsung.

Infeksi sendiri (Self infection, Auto infection) yaitu disebabkan oleh kuman dari   penderita itu sendiri yang berpindah tempat dari satu jaringan ke jaringan yang lain. 

Infeksi   lingkungan     (Environmental       infection)    yaitu disebabkan   oleh   kuman   yang berasal dari benda atau bahan yang tidak bernyawa yang  berada di lingkungan  rumah sakit.misalnya   lingkungan yang   lembab, linen di ruang perawatan dan lain-lain.


Tentang   model   cara   penularan, ada   4   cara   penularan   infeksi   nosokomial   yaitu   1. Kontak langsung antara pasien dan personil yang   merawat  atau menjaga pasien. 
2. Kontak    tidak   langsung    ketika   objek    tidak  bersemangat/kondisi lemah dalam lingkungan menjadi kontaminasi dan tidak didesinfeksi atau sterilkan, sebagai contoh     perawatan luka pasca operasi.
3. Penularan cara  droplet infection dimana kuman dapat mencapai ke udara (air   borne)
4. Penularan melalui vektor yaitu penularan melalui hewan/serangga yang membawa kuman (Depkes RI, 1995).

Pencegahan terjadinya Infeksi Nosokomial

Pencegahan dari infeksi nosokomial  ini diperlukan suatu rencana yang terintegrasi, monitoring dan program yang termasuk :
1.   Membatasi transmisi organisme dari atau antara pasien dengan cara mencuci tangan   dan penggunaan sarung tangan,tindakan septik dan aseptik, sterilisasi dan disinfektan.
2.   Mengontrol resiko penularan dari lingkungan.
3.   Melindungi pasien dengan penggunaan antibiotika yang adekuat, nutrisi yang cukup, dan vaksinasi.
4.   Membatasi resiko infeksi endogen dengan meminimalkan prosedur invasif.
5.   Pengawasan infeksi,identifikasi penyakit dan mengontrol penyebarannya.

Sarung   tangan,   sebaiknya   digunakan   terutama ketika menyentuh darah, cairan tubuh, feses maupun urine. Sarung tangan harus selalu diganti untuk setiap pasiennya, baju khusus juga harus dipakai untuk melindungi kulit dan pakaian selama kita melakukan suatu tindakan untuk   mencegah percikan darah, cairan tubuh, urin dan  feses (Louisiana, 2002).
Pembersihan   yang   rutin   sangat   penting   untuk   meyakinkan   bahwa rumah  sakit   sangat bersih dan benar-benar bersih dari  debu,minyak dan kotoran.
Selain itu proses pencucian linen yang baik dan benar akan dapat memutus penyebaran bakteri penyebab infeksi nosokomial.

Air ketuban pun bisa menyumbang kotor, yakni saat konsistensinya  hijau kental.  Kalau bayi yang baru lahir itu sudah mengeluarkan feses pertamanya yang disebut mekonium, kotoran lengket hijau kehitaman itu sungguh sulit dihilangkan dari kain. 
Baunya...jangan ditanya.  Meskipun saya menganggapnya biasa, bagi hidung orang sensitif sungguh merupakan siksaan.
Sehingga, kualifikasi tukang cuci alias petugas laundry di rumah sakit pun sedikit berbeda.  Tidak hanya mampu mencuci dengan bersih, merekapun harus punya memenuhi satu syarat spesial yakni tidak mudah jijik. 
Tak heran, di masa awal membuka lamaran petugas bagian laundry, para calon banyak yang berguguran.  Pasal penyebabnya ya satu itu...mereka jijik dengan darah dan kawan-kawan yang menyertainya. 
Kegiatan rumah sakit yang sangat kompleks tidak saja memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya tetapi juga mungkin dampak negatif itu berupa cemaran akibat proses kegiatan maupun limbah yang dibuang tanpa pengelolaan yang benar.
Persyaratan utama setiap rumah sakit ialah tidak membahayakan pasien “, kata Florence Nightingale. Ternyata, pasien dalam menjalani perawatan di rumah sakit dapat terinfeksi oleh mikroorganisme yang bersifat patogen. Istilah bagi infeksi ini yaitu penyakit nosokomial. Jadi, infeksi nosokomial adalah infeksi yang diperoleh selama dalam perawatan di rumah sakit.

Tugas petugas laundry di rumah sakit adalah selain merawat linen dengan bersih dan baik tetapi juga harus bisa memutus penyebaran bakteri penyebab penyakit nosokomial
 
 
Blogger Templates